Berburu Batik Lasem

“Nuwun sewu, griyane Bu Kiem ingkang pundi nggih Bu?” tanya saya dalam bahasa Jawa pada seorang ibu setengah baya yang sedang berjalan sambil menuntun sepeda onthelnya ditengah teriknya matahari siang itu.

“Oh sing ndamel batik? Niku mas, njenengan maju mentok trus menggok kanan. Mangkih onten griyo cat putih. Batike dipajang ting teras griyo kok mas.” jawabnya santun dan lengkap.

“Matur nuwun Bu, monggo…”

Batik Tulis Lasem Motif Tiga Negeri

Batik Tulis Tiga Negeri – Lasem

==========================

Ini adalah kali kedua saya berkunjung ke Lasem, sebuah kecamatan kecil yang masuk wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kalau dulu pertama kali saya main ke Lasem bersama genk heboh pecinta heritage dan penikmat wisata sejarah, maka kunjungan kedua ini twrwujud karena saya berhasil “meracuni” beberapa teman kantor dengan cerita-cerita mengenai eksotisme batik Lasem. Saya, Narah, Umi dan Yulia nekad berangkat berburu batik Lasem hari itu.

Setelah menempuh sekitar 3 jam perjalanan dari Semarang, maka sampailah kami di Lasem. Ada perasaan haru ketika mobil kami memasuki gerbang kecamatan Lasem. Entah mengapa. Saya seperti merasa memiliki ikatan emosional yang lebih dengan Lasem…

Berbekal petunjuk sebuah buku katalog nasabah wirausaha binaan kantor yang diterbitkan oleh head office kantor kami, sampailah kami di desa Babagan Lasem. Memasuki jalan desa, aspalnya sudah banyak yang terkelupas. Menyisakan tanah lempung dan pasir yang berdebu terbawa angin. Terus masuk ke kampung, kami pun sampai di rumah yang ditunjukkan ibu di pinggir jalan tadi. Rumah sederhana bercat putih di kampung Babagan No 33 Rt 4 Rw 2 Lasem. Di bagian depan terdapat papan nama: Batik Talenta, Batik Tulis Lasem.

“Permisi mas, betul ini rumahnya Ibu Kiem?” tanya Yulia, teman saya yang berinisiatif turun terlebih dahulu untuk memastikan.

“Betul mbak, mari silakan masuk.” jawab seseorang dari dalam rumah.

Yulia pun melambaikan tangan ke arah kami bertiga yang masih berdiri kliyengan disamping mobil. Agak jetlag karena belum sempat sarapan.

Kami diterima dengan sangat baik oleh anak dan menantu Ibu Kiem. Awalnya, mereka mengira kami adalah pembeli seperti pada umumnya, sampai pada saat perkenalan, kami mengeluarkan buku katalog dari kantor pusat. Mereka terkejut melihat buku itu!

“Wah! Saya sangat senang menerima mas dan mbak semua. Sekarang sambil santai-santai, silakan dilihat-lihat mana batik yang disuka, mana yang cocok. Masalah harga, gampang lah. Ini sambil diminum juga lho ya. Ndak usah malu-malu disini.”

“Iya Om, beres!” jawab kami kompak.

Tumpukan demi tumpukan kain batik tulis mulai dikeluarkan dari dalam lemari. Ada ratusan jumlahnya. Saking banyaknya pilihan, sampai-sampai kami kebingungan dibuatnya. Bagus-bagus semua. Pengen dibeli semua. Tapi amunisi di dompet terbatas jumlahnya. Kalap diatara dilema yang menyiksa. *sigh*

Berburu Batik Lasem

Berburu Batik Lasem

Saya akui, koleksinya memang bagus-bagus. Mulai dari batik tulis Lasem motif kuno, batik tulis yang pembuatannya masih menggunakan teknik kuno sampai batik Lasem motif kontemporer pun ada. Batik tulis Lasem merupakan perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa. Tidak ada sekat feodalisme dalam sejarah batik Lasem. Siapa saja bisa memakai motif apa saja, kapan saja, dimana saja. Berbeda dengan kultur batik Yogyakarta & Surakarta yang dulu memiliki aturan pemisah antara batik keraton dan batik luar keraton. Disadari atau tidak, disitulah letak keunikan budaya batik.

==========================

Sementara teman-teman saya semakin khilaf dengan membongkar-bongkar tumpukan batik di ruang tamu, saya memilih untuk ke belakang rumah. Melihat dapur pembuatan batik tulis Lasem yang melegenda itu. Ibu-ibu yang sudah senior terlihat menangani batik tulis dengan motif yang rumit. Sementara mbak-mbak yang masih muda membuat batik bergaya kontemporer.

Batik Lasem Motif Kupu

Batik Lasem Motif Kupu-Kupu

Proses Nglorod Malam Batik Lasem

Proses Nglorod Malam Batik Lasem

Ajaibnya, secara tidak sengaja disini saya menemukan 2 buah motif batik Lasem yang sudah lama saya cari. Yaitu motif naga dengan 8 dewa dan burung merak. Sebuah kebetulan, saat itu sedang dikerjakan pula kedua motif itu. Aduh! Menggelinjang rasanya ketika mendapati kedua motif itu. Subhanallah! sebuah mahakarya seni yang harus diapresiasi menurut saya. Dari selembar kain katun polos, lalu diberi pola menggunakan pensil, kemudian dibatik pelan-pelan menggunakan malam dan diwarnai secara bertahap. Coba saja perhatikan detail motif kedua batik seperti foto dibawah ini. Keren kan?

Batik Tulis Lasem Motif Burung Merak

Batik Tulis Lasem Motif Burung Merak

Batik Tulis Lasem Motif Naga

Batik Tulis Lasem Motif Naga

Eh, ada yang nanyain harga?

Batik tulis Lasem motif naga dan burung merak ini jelas bukan motif pasaran dan murahan. Wajar jika harganya relatif lebih mahal. Jutaan. Tapi kerennya, disini kita bisa memesan motif batik sesuai keinginan kita loh! Suatu saat, saya juga ingin punya koleksi kain batik tulis Lasem dengan motif naga, burung merak/phoenix dan perahu layar. Semoga!

Kisah berburu batik Lasem ini baru di satu rumah saja lho. Padahal, di kecamatan Lasem kabupaten Rembang kita bisa menemukan puluhan rumah juragan atau pengrajin batik yang koleksinya super! Terkonsentrasi di desa Babagan, Karangturi, Soditan, Dorokandang dan beberapa desa lain.

Jadi?
Semakin penasaran dengan Lasem?
Semakin ingin berkunjung ke Lasem?
Sudah siap untuk berburu batik Lasem?

Note:

Postingan ini merupakan partisipasi Postbar bersama teman-teman forum Travel Bloggers Indonesia dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2014.

39 Comments
  1. October 2, 2014
    • October 2, 2014
      • October 2, 2014
  2. October 2, 2014
    • October 2, 2014
  3. October 2, 2014
    • October 2, 2014
  4. October 2, 2014
    • October 2, 2014
  5. October 2, 2014
  6. October 2, 2014
    • October 3, 2014
  7. October 2, 2014
    • October 3, 2014
  8. October 3, 2014
    • October 3, 2014
  9. October 3, 2014
  10. October 3, 2014
    • October 3, 2014
  11. October 5, 2014
    • October 7, 2014
  12. October 5, 2014
    • October 7, 2014
  13. October 7, 2014
    • October 7, 2014
  14. October 8, 2014
    • October 8, 2014
  15. October 9, 2014
    • October 9, 2014
  16. October 15, 2014
    • October 16, 2014
  17. November 11, 2014
    • November 12, 2014
  18. November 19, 2014
    • November 21, 2014
  19. March 8, 2015
    • March 11, 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*