Batik Lasem Motif Kupu
Batik Lasem Motif Kupu-Kupu

“Nuwun sewu, griyane Bu Kiem ingkang pundi nggih Bu?” tanya saya dalam bahasa Jawa pada seorang ibu setengah baya yang sedang berjalan sambil menuntun sepeda onthelnya ditengah teriknya matahari siang itu.

“Oh sing ndamel batik? Niku mas, njenengan maju mentok trus menggok kanan. Mangkih onten griyo cat putih. Batike dipajang ting teras griyo kok mas.” jawabnya santun dan lengkap.

“Matur nuwun Bu, monggo…”

***

Ini adalah kali kedua saya berkunjung ke Lasem, sebuah kecamatan kecil yang masuk wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kalau dulu pertama kali saya main ke Lasem bersama genk heboh pecinta heritage dan penikmat wisata sejarah, maka kunjungan kedua ini terwujud karena saya berhasil “meracuni” beberapa teman kantor dengan cerita-cerita mengenai eksotisme batik Lasem. Saya, Narah, Umi dan Yulia nekad berangkat berburu batik Lasem hari itu.

Baca juga: Eksotisme rumah candu lawang ombo Lasem

Batik Tulis Lasem Motif Tiga Negeri

Batik Tulis Tiga Negeri – Lasem

Setelah menempuh sekitar 3 jam perjalanan dari Semarang, maka sampailah kami di Lasem. Ada perasaan haru ketika mobil kami memasuki gerbang kecamatan Lasem. Entah mengapa. Saya seperti merasa memiliki ikatan emosional yang lebih dengan Lasem…

Berbekal petunjuk sebuah buku katalog nasabah wirausaha binaan kantor yang diterbitkan oleh head office kantor kami, sampailah kami di desa Babagan Lasem. Memasuki jalan desa, aspalnya sudah banyak yang terkelupas. Menyisakan tanah lempung dan pasir yang berdebu terbawa angin. Terus masuk ke kampung, kami pun sampai di rumah yang ditunjukkan ibu di pinggir jalan tadi. Rumah sederhana bercat putih di kampung Babagan No. 33 RT.04/RW.02, Lasem. Di bagian depan terdapat papan nama: Batik Talenta, Batik Tulis Lasem.

“Permisi mas, betul ini rumahnya Ibu Kiem?” tanya Yulia, teman saya yang berinisiatif turun terlebih dahulu untuk memastikan.

“Betul mbak, mari silakan masuk.” jawab seseorang dari dalam rumah.

Yulia pun melambaikan tangan ke arah kami bertiga yang masih berdiri kliyengan disamping mobil. Agak jetlag karena belum sempat sarapan.

Kami diterima dengan sangat baik oleh anak dan menantu Ibu Kiem. Awalnya, mereka mengira kami adalah pembeli seperti pada umumnya, sampai pada saat perkenalan, kami mengeluarkan buku katalog dari kantor pusat. Mereka terkejut melihat buku itu!

“Wah! Saya sangat senang menerima mas dan mbak semua. Sekarang sambil santai-santai, silakan dilihat-lihat mana batik yang disuka, mana yang cocok. Masalah harga, gampang lah. Ini sambil diminum juga lho ya. Ndak usah malu-malu disini.”

“Iya Om, beres!” jawab kami kompak.

Tumpukan demi tumpukan kain batik tulis mulai dikeluarkan dari dalam lemari. Ada ratusan jumlahnya. Saking banyaknya pilihan, sampai-sampai kami kebingungan dibuatnya. Bagus-bagus semua. Pengen dibeli semua. Tapi amunisi di dompet terbatas jumlahnya. Kalap diatara dilema yang menyiksa. *sigh*

Berburu Batik Lasem

Berburu Batik Lasem

Saya akui, koleksinya memang bagus-bagus. Mulai dari batik tulis Lasem motif kuno, batik tulis yang pembuatannya masih menggunakan teknik kuno sampai batik Lasem motif kontemporer pun ada.

Batik tulis Lasem merupakan perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa. Tidak ada sekat feodalisme dalam sejarah batik Lasem. Siapa saja bisa memakai motif apa saja, kapan saja, dimana saja. Berbeda dengan kultur batik Yogyakarta & Surakarta yang dulu memiliki aturan pemisah antara batik keraton dan batik luar keraton. Disadari atau tidak, disitulah letak keunikan budaya batik.

***

Sementara teman-teman saya semakin khilaf dengan membongkar-bongkar tumpukan batik di ruang tamu, saya memilih untuk ke belakang rumah. Melihat dapur pembuatan batik tulis Lasem yang melegenda itu. Ibu-ibu yang sudah senior terlihat menangani batik tulis dengan motif yang rumit. Sementara mbak-mbak yang masih muda membuat batik bergaya kontemporer.

Batik Lasem Motif Kupu

Batik Lasem Motif Kupu-Kupu

Proses Nglorod Malam Batik Lasem

Proses Nglorod Malam Batik Lasem

Ajaibnya, secara tidak sengaja disini saya menemukan 2 buah motif batik Lasem yang sudah lama saya cari. Yaitu motif naga dengan 8 dewa dan burung merak.

Sebuah kebetulan, saat itu sedang dikerjakan pula kedua motif itu. Aduh! Menggelinjang rasanya ketika mendapati kedua motif itu. Subhanallah! sebuah mahakarya seni yang harus diapresiasi menurut saya. Dari selembar kain katun polos, lalu diberi pola menggunakan pensil, kemudian dibatik pelan-pelan menggunakan malam dan diwarnai secara bertahap. Coba saja perhatikan detail motif kedua batik seperti foto dibawah ini. Keren kan?

Batik Tulis Lasem Motif Burung Merak

Batik Tulis Lasem Motif Burung Merak

Batik Tulis Lasem Motif Naga

Batik Tulis Lasem Motif Naga

Eh, ada yang nanyain harga?

Batik tulis Lasem motif naga dan burung merak ini jelas bukan motif pasaran dan murahan. Wajar jika harganya relatif lebih mahal. Jutaan. Tapi kerennya, disini kita bisa memesan motif batik sesuai keinginan kita loh! Suatu saat, saya juga ingin punya koleksi kain batik tulis Lasem dengan motif naga, burung merak/phoenix dan perahu layar. Semoga!

Baca juga: Wisata ziarah di Kauman Lasem

Kisah berburu batik Lasem ini baru di satu rumah saja lho. Padahal, di kecamatan Lasem kabupaten Rembang kita bisa menemukan puluhan rumah juragan atau pengrajin batik yang koleksinya super! Terkonsentrasi di desa Babagan, Karangturi, Soditan, Dorokandang dan beberapa desa lain.

Jadi?

Semakin penasaran dengan Lasem?
Semakin ingin berkunjung ke Lasem?
Sudah siap untuk berburu batik Lasem?

Fahmi Anhar
Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.

Asiknya Nongkrong Di Nestcology Semarang

Previous article

Rekomendasi Wisata Kuliner di Kudus

Next article

You may also like

39 Comments

  1. Betah banget lihat aktivitas pengrajin di Babagan, Lasem… Selain ramah mereka juga senang ngerecohi pengunjung yang masih muda ranum ( tunjuk diri sendiri ) *terpusi-pusi* 😀 😀
    Lasem…. aku padamu…. <3

    1. kamu cocok jadi wong lasem kok lim. apa mau cari istri orang sana aja? aku cariin stock dulu!

      1. Buahahaha golek rumah kosong di Lasem buat dihuni dulu, biar disangka anak juragan tiwul 😀 😀

  2. Serunya melihat proses membatik…
    Kalau harga batik tulis ya wajar mahal yaa.. Ngebayangin prosesnya aja bikin ngilu repot dan lamanya..

    1. iya, batik tulis mahal wajar lah. sebagai penghargaan atas kesabaran pembuatnya. keren lah batik tulis lasem ini 🙂

  3. wahhh keren banget batiknya .. jadi pengen haha

    1. ayo kapan main ke Lasem, bawa segepok duit ya biar puas belanjanya hehehe. karena beda rumah pengrajin, bakal beda style nya. unik-unik 🙂

  4. Wiiiih, itu yang batik motif naga kalau udah ajdi pasti bagus banget! 🙂

    1. tergantung proses pewarnaannya berhasil atau nggak. kalau berhasil, bakal keren banget! apalagi dibikin kemeja lengan panjag, di punggung belakang ada motif naga nya, kaya bos genk mafia! hahaha

  5. bawa aku ke Laseeeeemmmm!! aku pengen ke sinii…

    1. siap ndan! ayo kapan mau ke lasem?

  6. jadi pengen banget ke lasem lihat batik keren gini

    1. seru kali ya kalau anak-anak TBI rame-rame main ke Lasem 🙂

  7. Btw, apa kabar batik Lasem yang dulu pernah membuatmu galau itu Mi? Sudah dijahit kah? hihihihihihi

    1. nggak sampai hati lihat kain itu dipotong & dibuat kemeja. sekarang masih aku simpan rapi di lemari. biarkan dia tenang bersama teman-temannya tenun ikat NTT di rak atas 🙂

  8. Wah Lasemmmm, dekat kampungku di Pati ituhhh…, ada juga batik mbakaran di Pati, tapi kayaknya belum populer

    1. aku punya 1 batik mBakaran Pati, bagus juga kok, style nya lebih simpel sih 🙂

  9. jadi kangen sama Lasem

    1. nggak kangen sama aku aja mbak? :p

  10. Semoga suatu saat berkesempatan ke sini deh

    1. aamiin, Lasem worth to visit untuk yang suka wisata sejarah, arsitektur, budaya, batik dan human interest 🙂

  11. Batik Lasemku juga masih tersimpan rapi di lemari. Eman2 meh dijahit…brarti kudu tuku siji meneh 😀

    1. iya sayang kalau batik tulis kok dipotong2 jadi kemeja… nggak tega hahaha

  12. ga pengen kesanaaaaaa…agghhhhhh bisa kalap ngeborong batik2 itu ntr …cakep2 banget motifnyaaa -__-

    1. beneran bisa kalap, batik lasem bagus-bagus semuaaaa! siapin berlian segepok mbak kalau mau main ke lasem hihi

  13. Eh ada mas Narah juga …hahaahah..
    marai pengen batik-nya mas

    1. batik lasem nya keren2 bro! kapan-kapan mainlah ke lasem 🙂

  14. jadi punya aku yg warna apa? 😀

    1. pilihlah sesuka hatimu kak, asal kau bahagia, aku ikut bahagia….

  15. Impianku buat ke siniiiii

    1. come! come! tumpukan batik lasem ini sudah memanggilmu 🙂

  16. Berangkattttt ke Lasem sekarang!
    Pokoknya harus beli yang motif burung Merak. Cantik sekaliiiii *nangis*

    1. kemarin kan temen2 udah pada ke Malang, giliran kak deb ke Jateng kita yang temenin. ayo ke Lasem, kece lah disini 🙂

    1. ayo kapan kita ke Lasem? siap nemenin 🙂

  17. Ah serunya..pasti bingung milihnya kalo sudah disitu 🙂

    1. milih batik lasem itu kaya milih cewek mana yang mau dijadiin pacar, sulit! hahaha

  18. Bisa minta nomer hp nya bu kiem? Saya tertarik utk beli batik lasem nya…

    1. maaf mbak, saya lupa dimana taruh kartu nama Batik Bu Kiem Lasem. datang ke rumahnya langsung saja, gampang kok dicarinya, atau tanya orang lokal di sekitar kampung

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *