Agrowisata Kebun Teh Tambi Wonosobo

Berwisata ke kebun teh mungkin sudah biasa bagi sebagian orang. Namun bagi saya, trip kali ini menjadi sebuah pengalaman yang berkesan. Berjalan diantara hijaunya hamparan pohon teh, bermandikan sinar matahari pagi yang kaya nutrisi, berselimutkan udara segar bebas polusi. Ya, ini pertama kalinya saya pergi ke kebun teh.

*jiahh  kemana aja selama ini Mi?*

Oke, jadi inilah cerita saya tentang kunjungan pertama ke Agrowisata Kebun Teh Tambi Wonosobo.

Agrowisata Kebun Teh Tambi Wonosobo
Agrowisata Kebun Teh Tambi Wonosobo

Terletak di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Agrowisata ini siap menawarkan sesuatu yang spesial bagi para pengunjungnya. Jaraknya yang hanya sekitar 16 kilometer di sebelah utara Wonosobo (searah ke Dieng Plateau)  membuatnya mudah dijangkau dengan kendaraan kecil seperti sepeda motor, mobil pribadi ataupun bus kecil. Jika perjalanan lancar, membutuhkan waktu sekitar 20 menitan untuk sampai lokasi.

Hari masih pagi. Matahari masih redup tertutup awan. Tea walk yang saya ikuti ternyata dimulai dari sebuah pintu kecil yang tersembunyi di bagian belakang kompleks Villa Tambi. Bukan dari jalan kampung utama yang ada di depan pabrik pengolahan teh.

Begitu pintu dibuka, saya terkejut!

Subhanallah, hijaunya perkebunan teh terhampar bagai permadani. Mata ini yang sehari-harinya berkutat dengan layar monitor selama belasan jam di kubikel langsung terasa rileks.

Guide Agrowisata PT Tambi Wonosobo
Pak Puji: Guide Baik Hati PT Tambi

“Mas-mbak, silakan ikuti saya, pelan-pelan saja, jalannya licin.” seru Pak Puji dari pelantang portable yang dibawanya. Pak Puji adalah karyawan PT Tambi yang menjadi guide apabila ada tamu yang berkunjung. Tentunya berbeda orang dengan Syeh Puji yang “itu”. *penting dijelasin?*

Pak Puji lalu mulai bercerita panjang lebar tentang sejarah PT Tambi. Sementara saya dan teman-teman mendengarkan sambil bengong di belakangnya. Beliau jalan kemana, kami ikut berbaris di belakangnya. Seperti kawanan itik yang tersesat diantara lebatnya kebun teh.

Pada awalnya, perkebunan teh ini bernama Bagelen Thee & Kina Maatschappiij dibawah komando Belanda pada tahun 1885. Namun seiring perkembangan jaman, kini perkebunan teh ini dikelola oleh PT Tambi.

Agrowisata Perkebunan Teh Tambi Wonosobo ini berada di lereng Gunung Sindoro. Sekitar 1400 meter diatas permukaan laut. Ada 2 varietas teh yang ditanam disini. Thea Sinensis dan Thea Assamica. Menurut penjelasan guide, secara kualitas lebih bagus jenis teh sinensis daripada teh assamica.

“Untuk memetik teh, tidak boleh sembarangan, ada tekniknya, tergantung akan diolah menjadi teh jenis apa. Contohnya begini.” Kata Pak Puji sambil mempraktekkan cara memetik pucuk utama daun teh.

“Jangan sampai salah, karena akan berpengaruh pada kualitas tunas baru yang akan tumbuh nantinya. Jadi hanya 3 pucuk daun teh teratas saja yang dipetik.”

Saya iseng dong ikut memetik satu lembar pucuk daun teh yang masih berwarna hijau muda.

“Pak kalau minuman teh hijau di Jepang itu dari tunas daun yang seperti ini?” tanya saya serius. Seperti seorang murid SMP yang sedang bertanya tentang Trigonometri kepada guru matematikanya.

“Iya, betul mas, teh hijau itu tanpa proses fermentasi. Daun langsung dibuat minuman. Ada kandungan antioksidannya juga.”

Spontan saja saya kunyah pucuk daun teh itu. Dan rasanya… sepet. Saya cuma bisa nyengir kuda hehehe.

Berpindah lokasi, saya dan rombongan lalu dipertemukan dengan ibu-ibu pemetik teh yang sedang sibuk panen pucuk-pucuk teh dengan menggunakan gunting besar. Mereka yang diperbolehkan menggunakan alat untuk memetik pucuk teh adalah yang sudah ahli. Kalau pemetik yang masih junior atau belum ahli, tetap menggunakan teknik manual, petik tangan.

Rata-rata, ibu-ibu pemetik teh ini adalah penduduk kampung sekitar perkebunan. Mereka sudah bekerja puluhan tahun, bahkan turun-temurun antar generasi. Saya sempat mencoba membantu memetik pucuk-pucuk teh [baca: ngrecokin si ibu] dengan gunting besar itu. Dan hasilnya… luput alias gagal hahaha. Susah juga kalau belum terbiasa euy.

*terima kasih kepada ibu pemetik teh yang sudah mau digangguin, punten yak*

Berikut videonya singkatnya:

Pemangkasan Pohon Teh di PT Tambi Wonosobo
Pemangkasan Pohon Teh di PT Tambi

Anyway, ternyata pohon teh perlu diremajakan juga sebagai salah satu bagian dari  perawatan. Agar menghasilkan pucuk-pucuk daun teh yang berkualitas bagus dan tahan hama, maka dilakukan pemangkasan batang pohon setiap periode tertentu. Dalam beberapa bulan, pohon yang dipangkas tersebut akan tumbuh tunas-tunas baru yang menjadi harapan baru bagi keberlangsungan perkebunan ini. | #hazeg

Sebenarnya saya belum puas tea walk di Agrowisata Kebun Teh Tambi Wonosobo ini. Tapi apa daya, awan mendung semakin menggelayut. Pertanda alam sebentar lagi akan turun hujan. Saya dan rombongan lalu menuju pabrik pengolahan teh yang ada di depan kebun.

Bersambung…

Agrowisata Perkebunan Teh Tambi Wonosobo
Agrowisata Perkebunan Teh Tambi Wonosobo

Tips:

  • Agrowisata Kebun Teh Tambi cocok dikunjungi sebagai wisata keluarga, karya wisata siswa, wisata olahraga maupun wisata ilmiah.
  • Bagi yang tidak tahan udara dingin, ada baiknya antisipasi dengan pakaian hangat/jaket.
  • Tersedia fasilitas villa bagi yang ingin menginap di Agrowisata Teh Tambi Wonosobo ini. Informasi lebih lanjut hubungi: 0286-321077
  • Aneka produk teh dari PT Tambi bisa dijadikan buah tangan selepas berkunjung kesini. Ada kios kecil di depan lobby villa yang menjualnya dengan harga terjangkau.

Postingan ini diikutkan dalam Lomba Blog Wisata Jawa Tengah Periode Januari-Februari 2015

LOMBA BLOG JAWA TENGAH

About the author

Indonesian expatriate living in Dubai UAE. I started blogging in January 2011. Awarded as 2nd runner up Skyscanner Travel Bloscars Award Indonesia on 2014. I mostly shares my travel experiences and tips for my readers through write up, photos and videos. Interested in hotel & airlines review, adventures, beaches, cultural festival, architectures, heritage sites, and foodies.
38 Responses
  1. Seger banget liatnya..
    Udah lama kepengen main ke Tambi tapi belum kesampaian. Cuma sekedar numpang lewat kalau mau ke Tegal via jalur tengah. Dirimu nginep di villanya kah? Direview dong..

    1. semoga segera kesampaian main ke Kebun Teh Tambi Wonosobo. cocok lah buat dian & mas bojo, dingin-dingin menyepi disini hehe. OK, review Villa Tambi sedang dipersiapkan 🙂

    1. pohon yang dipotong, dalam beberapa bulan akan tumbuh tunas-tunas baru mas, untuk peremajaan, terhindar dari hama dan mencegah agar pohon teh tetap rendah sehingga memudahkan jangkauan pemetik. kalau tidak dipangkas, pohon teh bisa tinggi juga

    1. pengen coba main kesini lagi tapi pas musim kemarau. katanya ada fenomena embun upas, embun yang membeku di pucuk-pucuk daun teh, saking dinginnya ketika musim kemarau di Wonosobo

  2. Ihhhh baru tau kalo cara metiknya aja ga sembarangan ya mas… jd pgn belajar plus wisata k kebun teh… dulu di Beijing aku prnh ikutan cara meracik berbagai jenis teh…. aku ga suka teh sebenrnya…tp nth knapa nyobain yg dibikin d sana lgs suka… Makanya jd penasaran ama pohon tehnya skr…

    1. cara memetik, jumlah daun yang dipetik dan jenis daun akan menentukan grade teh tersebut mbak. setelah berkunjung langsung ke PT Tambi ini saya jadi lebih menghargai secangkir teh. ternyata butuh perjuangan dan perjalanan panjang untuk bisa terhidang di meja kita 🙂

  3. Wuih, keren Kak Fahmi.
    Aku udah rencana juga main ke kebun teh wonosari, Lawang yang dekat rumah, tapi gak jadi2.
    Baca ini jadi lebih serius meluangkan waktu ke sana.

    1. lebaran kali ini mudik magelang nggak mbak? Kebun Teh Tambi Wonosobo bisa jadi option #LiburLebaran bersama keluarga, kalau traffic normal bisa ditempuh sekitar 3 jam dari magelang hehe 🙂

  4. sebehsud

    Mas Fahmi,
    Tambi termasuk Kawasan Dieng ? saya dengar bebahaya gas beracun, benarkah ?
    Klo mau lihat sunrise di bukit Sikunir, apa harus brangkat jam 2 pagi seperti Bromo?

    1. Kebun Teh Tambi belum masuk kawasan Dieng, kalau dari arah Wonosobo masih sebelum Dieng. Kebetulan saya belum pernah menikmati sunrise Sikunir, tapi kata teman saya nggak haru jam 2 naik, bisa ketika subuh.

Leave a Reply