48 Jam Wisata Di Semarang

Gereja Blenduk Kota Lama Semarang

Gereja Blenduk Kota Lama Semarang

Sudah lebih dari dua tahun saya tinggal di Semarang. Waktu yang cukup lama untuk bisa mengenal sebuah tempat baru. Namun saya harus jujur, selama itu pula saya belum berhasil mengenal seluk-beluk ibukota propinsi Jawa Tengah ini.

Seringkali saya ditanya, sudah kemana saja? atau minta rekomendasi wisata kuliner di Semarang dong! maka saya lebih sering menjawab dengan nyengir kuda daripada menyebutkan objek wisata dan tempat makan di Semarang yang sudah pernah dikunjungi. Katanya travel blogger, masa tempat makan di Semarang saja nggak tahu? #eaaa Bukannya apa-apa. Tapi panasnya itu lho. Disini seolah tidak mengenal musim. Entah kemarau entah musim hujan, menurut saya panasnya sama saja. Super!

Bukannya saya sedang mengeluh, karena bagaimanapun keadaannya, itu sudah menjadi kehendakNYA. Saya memilih mencoba berdamai dengan kondisi yang ada dengan cara lebih banyak berdiam diri di kantor daripada harus memaksakan diri keluar untuk sebuah alasan yang tidak jelas.

Bukannya saya takut hitam karena sengatan matahari juga. Beda dong konteks menikmati “sinar matahari” ketika liburan di pantai dengan kehidupan sehari-hari di Semarang. Hawa panas kota Semarang menurut saya terasa berbeda jika dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia macam Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dll. Bahkan Sefin dan Bobby yang anak Jakarta pun megap-megap selama di Semarang haha. Mataharinya ada dua!

Duh! maaf ya jadi panjang tsurhatnya haha.

Terus kapan kamu jalan-jalan menikmati Semarang, Mi?

Momen ketika menemani teman-teman travel blogger dari luar daerah yang sedang main ke Semarang menjadi saat yang tepat bagi saya untuk ikut menikmati wisata di kota sendiri. Seperti halnya beberapa waktu lalu ketika duo traveler heits ibukota Bobby @VirusTraveling dan Josefin @Sefiiin berkunjung kesini. Di sela-sela waktu ngantor, saya bersama mbak Astin dan Ghana, berusaha menjadi tuan rumah yang baik dengan menemani mereka. Dan inilah kisah perjalanan kami selama 48 jam menikmati wisata di Semarang.

Kelenteng Sam Po Kong menjadi destinasi pertama sekaligus dijadikan sebagai meeting point. Kelenteng megah yang terletak di kawasan Pamularsih ini memiliki gaya arsitektur yang detail. Cocok untuk lokasi foto-foto ala negeri Tiongkok.

Setelah semua berkumpul, kami sepakat memilih Quest Hotel di kawasan pecinan untuk dijadikan basecamp di hari pertama. Karena Bobby & Sefin yang baru datang dari luar kota masih lapar perut akut dan lapar mata pula, maka hari itu lebih banyak wisata kuliner di Semarang. Kami mencicipi lezatnya es krim citarasa jadul di Toko Oen Jalan Pemuda, gurihnya lumpia Mbak Lien, dan tahu pong di Jalan Gajah Mada. Malam harinya ditutup dengan nongkrong angkringan Jalan Medoho tak jauh dari Masjid Agung Jawa Tengh yang ciamik. Setelah itu kami lanjut main ke Radio Idola FM Semarang. Disini berkesempatan jadi penyiar ala-ala haha. Hari yang menyenangkan!

Toko Oen Semarang

Toko Oen Semarang

Lumpia Mbak Lien Semarang

Lumpia Mbak Lien

Radio Idola FM Semarang

Penyiar Ala-ala Radio Idola FM Semarang | photo by Bobby @VirusTraveling

Pada hari kedua, basecamp pindah ke MG Suites Hotel & Apartement. Eksplorasi Kota Lama Semarang menjadi agenda dari pagi hingga siang hari. Deretan gedung tua peninggalan jaman Belanda di Kota Lama ini seolah bercerita kepada siapa saja yang mengunjunginya. Beberapa masih terawat bagus, namun banyak pula gedung-gedung cantik yang semakin usang dimakan zaman. Kian hari, kian banyak pula ditemui gedung tua yang menjelma menjadi restoran dan kafe yang siap memanjakan indera perasa para tamunya.

Ketika hari beranjak siang, kami menuju Jalan Tanjung belakang gedung PLN APJ Semarang untuk makan siang disana. Aneka warung tenda dengan menu menggoda tersedia. Mulai dari gado-gado, soto, mie kopyok, mie ayam, bakso, es kelapa muda, es krim pankuk, semua ada disini. Kawasan ini bisa menjadi salah satu rujukan makan siang jika teman-teman sedang main ke Semarang. Selain rasanya tak kalah enak, harganya pun relatif terjangkau.

Wisata Kuliner Semarang Jl Tanjung

Gado-gado PLN Semarang

Es Krim Pankuk PLN Semarang

Es Krim Pankuk PLN Semarang

“Eh kalian suka seafood nggak?” tanya mbak Astin sembari nyetir si Marun, mobil kesayangannya.

“Sukaaaaaaa” jawab kami kompak.

“Ke Demak yuk! Disana ada warung seafood yang udangnya gede-gede banget! Enak deh!”

“Busett! Mau makan seafood aja sampai ke Demak? Jauh amat kak!”

“Udah, percaya deh sama mamih.” Sambil kedip-kedip manja

Kami berempat pun hanya bisa pasrah. Karena selain sudah kelaparan, juga karena mobil tiba-tiba sudah diarahkan menuju jalan raya pantura Semarang-Demak. Setelah sekitar satu jam perjalanan, kami sampai di Kabupaten Demak. Bentuknya ternyata hanya sebuah warung tenda kecil di depan pasar Demak. Kami duduk lesehan sembari memesan udang, cumi, dan kepiting. Begitu makanan datang, ternyata benar apa yang dibilang mbak Astin. Udangnya besar-besar, bumbunya lain daripada yang lain. Enak banget! Rasanya itu adalah masakan seafood terenak yang pernah saya makan.

Seafood Demak

Seafood Pasar Demak

Seafood Pasar Demak

Seafood Pasar Demak | photo by: Bobby @VirusTraveling

Makam Raden Patah Masjid Agung Demak

Mampir ziarah ke kompleks makam Raden Patah Masjid Agung Demak

Saya semakin menyadari, kebahagiaan traveling itu bukan seberapa jauh destinasi yang kita tuju. Bukan sebagus apa alamnya, seenak apa makanannya, semenantang apa petualangannya, tapi bersama siapa kita menikmati momen traveling itu. | *group hug*

Tips wisata di Semarang

  1. Pilih waktu yang tepat. Datanglah pada bulan-bulan peralihan musim. Jangan pada saat puncak musim kemarau seperti bulan Juli-September, atau pada saat musim hujan, beberapa titik di kota Semarang langganan banjir. Etapi, cuaca sekarang unpredictable juga sih ya.
  2. Tentukan akomodasi berdasarkan lokasi, budget dan fasilitas. Ada banyak sekali pilihan hotel di Semarang kok. Tinggal pilih mana yang sesuai.
  3. Pilih moda transportasi yang akan dipakai. Apakah angkutan umum, taksi, ojek, atau sewa mobil.
  4. Tentukan tempat wisata di Semarang yang ingin didatangi. Ada baiknya menyusun list itinerary agar tidak lagi kebingungan ketika sudah sampai di Semarang.
  5. Karena cuaca di Semarang relatif panas, maka pakailah pakaian yang nyaman. Saya sarankan mengenakan tshirt yang berbahan dasar katun agar cepat menyerap keringat. Jika menggunakan celana jeans, pilih yang kainnya lembut agar tetap nyaman dipakai meski cuaca sedang panas sekalipun. Seperti halnya Lois Jeans yang saya pakai selama traveling bersama teman-teman menikmati wisata di Semarang selama lebih dari 48 jam kemarin. Bahannya halus, pas di badan dan tetap nyaman dalam cuaca panas sekalipun. Reputasi Lois Jeans sebagai brand internasional tentu sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Ciamik!
Kolam Renang MG Suites Semarang

Yoga Ala-ala di kolam renang MG Suites Semarang | photo by: Bobby @VirusTraveling

Lois Jeans Indonesia

Lois Jeans | model: Fahmi | photo by: Bobby @VirusTraveling

44 Comments
  1. January 20, 2016
    • January 20, 2016
  2. January 20, 2016
    • January 20, 2016
  3. January 20, 2016
    • January 20, 2016
  4. January 20, 2016
    • January 20, 2016
  5. January 20, 2016
    • January 20, 2016
  6. January 20, 2016
    • January 20, 2016
  7. January 21, 2016
    • January 27, 2016
  8. January 22, 2016
    • January 22, 2016
  9. January 22, 2016
    • January 27, 2016
  10. January 22, 2016
    • January 27, 2016
  11. January 23, 2016
    • January 27, 2016
  12. January 26, 2016
    • January 26, 2016
  13. January 27, 2016
  14. February 1, 2016
    • February 1, 2016
  15. February 1, 2016
    • February 2, 2016
  16. February 17, 2016
    • February 17, 2016
  17. March 14, 2016
  18. March 16, 2016
    • March 17, 2016
  19. March 29, 2016
  20. March 30, 2016
    • March 31, 2016
  21. May 3, 2016
    • May 3, 2016
  22. May 16, 2016
    • May 18, 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*